Anda Masuk Angin? – Penyebab Masuk Angin dan Cara Mengobati Masuk Angin

496
Anda Masuk Angin? - Penyebab Masuk Angin dan Cara Mengobati Masuk Angin
Anda Masuk Angin? - Penyebab Masuk Angin dan Cara Mengobati Masuk Angin

Anda Masuk Angin? – Penyebab Masuk Angin dan Cara Mengobati Masuk Angin – Keluhan masuk angin sudah menjadi terminasi yang umum diutarakan oleh sebagian besar masyarakat kita. Namun, sampai saat ini terminologi masuk angin dalam dunia kedokteran masih belum jelas, yang dikenal hanyalah sindroma dispepsi atau dispepsia (gangguan percernaan).

Istilah masuk angin dibuat agar masyarakat awam mudah memahami penyakit demam, perut kembung dan badan meriang yang umumnya dirasakan secara bersamaan. Tipe masuk angin yang perlu diwaspadai adalah jika masuk angin disertai nyeri dan sesak di dada, karena ini bisa menjadi tanda angin duduk.

Baca juga : 10 Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Cepat dan Alami

Baca juga : Penyebab Asam Lambung dan Cara Mencegah Asam lambung naik

Umumnya masyarakat Indonesia menyebut seseorang sedang mengalami masuk angin jika merasa perut kembung, mual, pusing, lesu, sering bersendawa, hingga menyebabkan muntah. Jika keluhan tersebut yang dirasakan, maka penjelasan medis yang dapat dipakai adalah sindrom dispepsia.

Penyebab masuk angin

Penyebab masuk angin beragam mulai dari tubuh yang kelelahan, kurang tidur, terlambat makan, perubahan cuaca atau kehujanan. Mabuk perjalanan dan terkena terpaan udara malam yang dingin juga bisa menjadi pencetus masuk angin.

Kerokan biasanya menjadi terapi pengobatan tradisional untuk gejala masuk angin yang sering diterapkan oleh orang Indonesia. Namun metode menggaruk dan menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam menyebabkan guratan merah dan nyeri pada kulit.

Anda Masuk Angin? - Penyebab Masuk Angin dan Cara Mengobati Masuk Angin

Warna merah ini adalah pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah. Di sinilah letak nilai minus kerokan, karena pembuluh darah halus yang pecah tersebut bisa sebagai sarang kuman yang menyebabkan infeksi kulit lokal atau dalam kondisi yang lebih berat kuman dapat terbawa ke aliran pembuluh darah tubuh sehingga menyebabkan infeksi yang lebih berat.

Cara Mencegah Masuk Angin

Ketika masuk angin menyerang, keinginan untuk berbaring di tempat tidur dan tidak melakukan apa-apa adalah sesuatu yang umum terjadi. Oleh karena itu, agar Anda tetap bisa beraktivitas seperti biasa, terdapat cara mencegah masuk angin yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Kenakan pakaian yang sesuai dengan musim.
  • Jangan lupa untuk membawa pakaian ekstra, jaket, atau selimut di tas.
  • Kenakan sarung tangan dan kaus kaki guna menjaga kehangatan dan kelembapan kulit.
  • Gunakan penutup kepala agar terlindung dari angin, udara dingin, dan air hujan.
  • Konsumsi makanan berkalori tinggi untuk menjaga panas tubuh.
  • Jangan berkeringat terlalu banyak karena keringat membuat panas tubuh hilang lebih cepat, akibatnya Anda akan merasa kedinginan.
  • Konsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kemampuan badan mengatur suhu tubuh dan meningkatkan hilangnya panas tubuh.
  • Hindari kafein dan rokok, karena nikotin dan kafein menyebabkan pembuluh darah di tangan dan kaki menyempit. Aliran darah pun menjadi kurang lancar hingga membuat tangan dan kaki kedinginan.
  • Konsumsi banyak air hingga urine berwarna bening. Tanda tubuh Anda tidak cukup mendapatkan asupan cairan terlihat jika Anda tidak buang air kecil setiap 2-3 jam sekali.

Lantas, bagaimana jika Anda sudah telanjur terkena masuk angin?

Cara mengatasi masuk angin yang dapat dengan mudah dilakukan adalah sebagai berikut

1. Minyak kayu putih

Saya yakin pasti kalian sudah tau minyak kayu putih. Yup, minyak satu ini memiliki aroma terapis yang cukup menyejukan, sangat cocok untuk melegakan hidung tersumbat. Selain itu, ternyata sensasi hangat yang ia berikan juga ampuh untuk mengatasi perut kembung akibat masuk angin.

Kamu bisa mengobati masuk angin dengan mengoleskan minyak kayu putih secara merata ke bagian perut, leher, belakang leher, kening, dan bagian lain. Jangan lupa beri pijatan lembut selama 5 menit agar minyak meresap.

2. Gunakan bawang merah dan bawang putih

Inilah obat masuk angin tradisional untuk anak-anak, selain minyak kayu putih. Kamu bisa menghaluskan bawang merah, lalu oleskan merata ke bagian perut, dada, dan leher si kecil. Bawang merah mampu mengeluarkan angin berlebihan dalam tubuh, melancarkan peredaran darah, dan menghangatkan badan.

Sedangkan untuk kamu yang sudah remaja atau dewasa, gunakan bawang putih. Berbeda dengan bawang merah, yang putih ini mengandung senyawa alicin lebih tinggi yang bertindak layaknya antibiotik dan antioksidan alami. Caranya kamu bisa makan langsung (mentah) atau memasukannya dalam masakan.

3. Jahe

Masih seputar obat masuk angin tradisional. Seperti kita ketahui bersama, jahe termasuk rempah tradisional yang dapat membantu menghangatkan tubuh, mengatasi kembung, dan melancarkan sirkulasi darah. Inilah alasan kenapa banyak negara berudara dingin suka mengonsumsi jahe, khususnya bagi mereka yang menghindari alkohol.

Cara mengatasi masuk angin dengan jahe cukup mudah. Parut dulu jahe secukupnya, kemudian rebus sampai mendidih dan saring. Agar wedang jahe tak terlalu pedas, kamu bisa menambahkan air perasan lemon dan gula batu. Jika ingin lebih nikmat lagi, konsumsi wedang jahe bersama dengan pisang rebus atau camilan kesukaanmu lainnya.

4. Rebusan air daun pepaya

Sebetulnya rebusan daun pepaya ini sangat ampuh untuk mengobati masuk angin. Namun, obat alami ini banyak dihindari karena rasanya yang cukup pahit. Jika tak tahan dengan rasa pahitnya, kamu bisa mengonsumsi daun pepaya dalam bentuk tumisan, meskipun tidak seampuh versi rebusan sih.

Cara mengatasi masuk angin dengan daun pepaya:

Siapkan 4-5 lembar daun pepaya dan 1 liter air.
Rebus daun pepaya tadi dengan satu liter air sampai tersisa setengahnya.
Saring dan ambil air rebusannya saja, kemudian konsumsilah selagi masih hangat.

Kandungan antioksidan dan antibiotik tinggi dalam daun pepaya akan sangat efektif untuk menjaga sistem imun tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

5. Madu dan teh lemon

Tak suka pahit? Kamu bisa mencoba madu dan teh lemon yang memiliki rasa cukup nikmat di lidah. Madu memiliki kandungan nutrisi lengkap yang bisa meningkatkan sistem imun dan regerenasi sel tubuh.

Sedangkan lemon terkenal dengan kandungan vitamin C yang bisa membantu meningkatkan stamina tubuh, sirkulasi darah, mencerahkan kulit wajah, dan lainnya.
Masukan madu dan perasan lemon kedalam teh hangat, lalu konsumsilah sebelum tidur dan rasakan perbedaannya ketika bangun nanti.

6. Kumur garam dan baking soda

Di negara Jepang, kebanyakan para ibu menyuruh anak-anaknya untuk berkumur setelah pulang dari aktivitas bermain atau sekolah. Setelah diteliti, ternyata berkumur sangat efektif untuk membunuh kuman dan bakteri yang terdapat dalam mulut, kerongkongan, dan sekitarnya.

Cara mengatasi masuk angin dengan berkumur:

Sediakan garam, baking soda, dan air hangat seperlunya.
Campurkan semua bahan tadi, usahakan jangan terlalu encer.
Gunakan untuk berkumur dengan kepala menghadap ke atas.
Pastikan jangan sampai tertelan ya. Lakukan selama 15 lalu buang airnya.

Bagaimana, mudah bukan? Itulah artikel yang membahas Anda Masuk Angin? – Penyebab Masuk Angin dan Cara Mengobati Masuk Angin. Apabila setelah menerapkan cara diatas masuk angin tak kunjung sembuh selama 3 hari berturut-turut, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter terdekat.

Musim penghujan membuat banyak orang yang terkena penyakit, mulai dari pilek, flu, batuk, sampai dengan masuk angin. Meskipun sepele, masuk angin tak boleh kamu biarkan begitu saja, sebab sudah banyak kasus masuk angin mengakibatkan kematian. Maka dari itu, sebaiknya jika kamu mengalami masuk angin segera untuk diobati.

Sebagian artikel bersumber dari http://www.cantikitu.com/2016/03/cara-mengatasi-masuk-angin.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here